Kamis, 26 September 2013

Kisah Lembu Sora dan Dyah Ayu Pusparani


Sita Rose

Blog Sita – 26 September 2013 – 21:21 WIB - Kisah ini berawal ketika kerajaan Majapahit diperintah oleh Prabu Brawijaya. Diceritakan Prabu Brawijaya mempunyai seorang putri yang teramat cantik jelita parasnya, bernama Dyah Ayu Pusparani. Karena kecantikan dan keelokkan paras Dyah Ayu Pusparani ini, banyak sudah para raja dan para pangeran muda yang tergila-gila  dan melamar Dyah Ayu Pusparani  untuk dijadikan permaisurinya.

Melihat kenyataan ini Prabu Brawijaya menjadi bingung. Siapakah yang akan dipilih menjadi menantunya kelak karena semua raja dan para pangeran muda yang datang melamar putrinya itu rata-rata tampan dan gagah perkasa. Untuk mengatasi keadaan semacam ini timbul pemikiran dalam benak Prabu Brawijaya untuk mengadakan sayembara pilih mantu, yaitu barang siapa yang mampu membentangkan panah sakti Kyai Garudayaksa dan sanggup mengangkat gong Kyai Sekardelima, maka dialah yang berhak mempersunting putri Dyah Ayu Pusparani dan menjadi menantunya yang syah.

Pada hari yang ditentukan diselenggarakankanlah sayembara pilih mantu tersebut oleh Prabu Brawijaya yang diikuti oleh raja-raja dan para pangeran muda putera mahkota kerajaan sekitar. Akan tetapi tak seorang pun dari para raja dan putera mahkota peserta sayembara tersebut yang mampu membentangkan busur sakti Kyai Garudayaksa dan mengangkat gong Sekardelima hingga hari menjelang petang saat berakhirnya sayembara.

Ketika waktu sayembara akan berakhir, tiba-tiba muncul seorang pemuda dengan bentuk tubuh yang aneh berkepala lembu ikut mendaftar mengikuti sayembara. Ia memperkenalkan diri dengan nama  Raden Lembu Sora atau Raden Wimba. Dan ternyata, Raden Lembu Sora inilah yang berhasil membentangkan busur sakti Kyai Garudayaksa dan gong Sekardelima. Dengan demikian dialah yang berhak menjadi menantu Prabu Brawijaya dan menjadi suami syah puteri Dyah Ayu Pusparani.

Melihat kenyataan bahwa sayembara dimenangkan oleh seorang pemuda yang berkepala lembu, betapa kecewanya Puteri Dyah Ayu Pusparani. Ia benar-benar malu dan tak ingin bersuamikan manusia berkepala lembu. Maka ia pun mengiba kepada ayahandanya Prabu Brawijaya:

“Ayahanda prabu, tolonglah ananda! Sungguh,  ananda tak mau bersuamikan manusia berkepala lembu itu!” Demikian ucapan Dyah Ayu Pusparani kepada ayahandanya yang dikatakannya secara berulang-ulang.    

“Puteriku, sayembara ini sudah merupakan titah yang telah disepakati olehmu dan telah aku ucapkan di hadapan rakyatku. Sebagai raja yang titah dan ucapannya harus bisa dipercaya maka tak mungkin bagi ayah untuk mengingkari ucapannya sendiri”. Sekarang cobalah kau datangi embanmu, mungkin dia bisa menolongmu untuk mencari jalan keluar yang terbaik!”  Segera puteri Dyah Ayu Pusparani meninggalkan Sitihinggil untuk menemui embannya. Embannya memberikan jalan keluar agar sebelum dilaksanakannya pernikahan, agar Dyah Ayu Pusparani mengajukan sebuah syarat kepada Lembu Sora yaitu ia mau menjadi isteri Lembu Sora apabila Lembu Sora mau mengabulkan permintaannya untuk dibuatkan sebuah sumur di puncak Gunung Kelud. Mendengar ide dari embannya itu, hati Dyah Ayu Pusparani sangat gembira. Ia pun segera kembali  ke Sitihinggil menemui ayahnya dan Lembu Sora untuk menyampaikan syaratnya itu kepada Lembu Sora.

Singkat cerita, maka disampaikanlah persyaratannya itu kepada Lembu Sora: “Raden Wimba yang dikenal dengan nama Lembu Sora,aku mengucapkan selamat kepadamu karena kamu telah memenangkan sayembara ini. Terus terang, aku sangat bahagia bersuamikan orang yang sakti. Akan tetapi aku baru mau menjadi isterimu jika kamu mau mengabulkan permintaanku yang satu ini. Aku minta dibuatkan sebuah sumur yang lokasinya berada di puncak Gunung Kelud, dan air sumur itu untuk kita mandi berdua setelah upacara perkawinan kita diselenggarakan”. Demikian ucap Dyah Ayu kepada Lembu Sora.

“Baiklah Dyah Ayu Pusparani, aku memang sangat mencintaimu. Maka akan aku buatkan sumur itu di puncak Gunung Kelud sebagai persembahan hadiah perkawinan kita, tunggulah!”

Raden Wimba yang dikenal dengan nama Lembu Sora, putera Raja Blambangan itu segera  meninggalkan keraton Majapahit menuju ke puncak Gunung Kelud. Dengan segala kesaktian yang dimilikinya dan konon menurut cerita mampu mengerahkan pasukan jin itu segera membuat sumur di puncak Gunung Kelud. Beberapa lama kemudian lubang yang cukup dalam berupa sumur hampir selesai dibuat Lembu Sora. Melihat ini, Dyah Ayu Pusparani menjadi kian terkejut, heran, dan  khawatir. Ia pun kembali merengek, menangis di hadapan ayahnya  memohon kepada ayahandanya agar bisa menolong dirinya yang tak mau dijadikan isteri manusia berkepala lembu.

Akhirnya Prabu Brawijaya menemukan akal meskipun cara yang akan dilakukannya adalahbersifat  licik dan tak pantas dilakukan oleh seorang raja. Pada saat Lembu Sora berada di dalam lubang sumur, Prabu Brawijaya memerintahkan kepada seluruh prajuritnya agar menimbun sumur tersebut hingga rata dengan tanah. Tiba-tiba dari lubang sumur yang baru mereka timbun itu terdengar suara Lembu Sora:

“Hai, Brawijaya raja Majapahit! Aku tak menyangka kau bisa berbuat kejam seperti ini kepadaku. Sungguh kau adalah manusia terlicik dan terculas yang pernah aku temui.  Ragaku  memang bisa kau lakukan secara kejam tetapi aku tetap tak bisa mati. Dan kelak kau akan merasakan pembalasanku. Ketahuilah, yang terpendam ini wadagku, ragaku bukan nyawaku. Ingat wanti-wanti, dua windu sekali
Aku akan datang merusak tanahmu dan seluruh kehidupan yang ada di kerajaanmu”.

Setelah suara itu hilang semua yang ada di daerah itu menjadi sepi hanya angin semilir yang sayup-sayup terdengar seperti suara orang memohon pertolongan. Kemudian Prabu Brawijaya memerintahkan kepada semua prajurit yang ada untuk mendirikan tanggul pengaman. Tanggul tersebut sekarang disebut Gunung Pamegat. Sampai sekarang gunung Kelud memenuhi syarat untuk dijadikan obyek wisata. (SP091257)

2 komentar:

  1. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل


    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل


    BalasHapus
  2. kesaktian para empu terlihat dari keris yang dibuatnya

    BalasHapus